Khotmil Qur'an Perdana dan Pelepasan Siswa, YPI Bustanul Ulum Tanamkan Pendidikan Karakter Sejak Dini
![]() |
| Camat Sukorambi bersama siswa PAUD Bustanul Ulum dalam kegiatan Khotmil Qur'an dan Lepas Pisah, Minggu (21/6/2026). (Foto: Istimewa) |
Sebanyak 15 siswa dinyatakan lulus pada tahun ini. Sementara itu, sekitar 47 siswa-siswi mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang diselenggarakan di lingkungan YPI Bustanul Ulum.
Rangkaian acara dibuka dengan berbagai perlombaan edukatif, di antaranya lomba mewarnai, lomba tahfidz, dan cerdas cermat. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan akademik, sekaligus menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada peserta didik sejak usia dini.
Pada puncak acara, siswa-siswi PAUD usia 4 hingga 5 tahun tampil membacakan Surah Al-Balad. Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari para wali murid dan tamu undangan yang hadir.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan prosesi Khotmil Qur'an yang diikuti siswa-siswi Bustanul Ulum. Sebagian besar peserta telah mampu menghafal surat-surat pendek dalam Juz 30 sebagai bagian dari program pendidikan Al-Qur'an yang diterapkan di lembaga tersebut.
Ketua Yayasan YPI Bustanul Ulum, Ustaz Wahyudi, dalam sambutannya menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi penting yang harus ditanamkan sejak usia dini, terutama pendidikan agama sebagai pondasi pembentukan karakter anak.
Menurutnya, penguatan nilai-nilai keislaman sejak kecil menjadi bekal penting agar anak tumbuh menjadi generasi yang berakhlak baik, disiplin, dan memiliki kecintaan terhadap Al-Qur'an.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan wali murid, Miss Kuni Hikmah Hidayati, dosen Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Jember. Ia mengaku bersyukur dapat mempercayakan pendidikan putranya di PAUD Bustanul Ulum.
Menurutnya, lembaga tersebut tidak hanya memberikan pendidikan sesuai usia dan tahap perkembangan anak, tetapi juga berperan dalam membangun karakter serta menanamkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan yang sama, Camat Sukorambi, Musyaffa', menyampaikan pesan tentang pentingnya keteladanan dalam keluarga maupun dalam kepemimpinan.
Ia mengutip hadis Rasulullah SAW, "Kullukum raa'in wa kullukum mas'uulun", yang berarti setiap orang adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.
"Kita boleh capek mendidik, tetapi jangan berhenti menjadi teladan. Mata anak selalu mencatat, hatinya selalu meniru. Pemimpin diteladani umat, sedangkan orang tua diteladani anak-anaknya," ujar Musyaffa'.
Menurutnya, orang tua merupakan madrasah pertama dan utama bagi anak. Karena itu, pendidikan yang diberikan di rumah harus berjalan seiring dengan pendidikan yang diberikan di sekolah.
Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan prosesi sungkeman bagi siswa-siswi yang lulus. Momen tersebut berlangsung haru ketika para siswa memohon doa restu kepada orang tua sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih atas kasih sayang serta perjuangan yang telah diberikan.
Kemeriahan acara kemudian berlanjut melalui pentas kreasi seni yang menampilkan berbagai pertunjukan tari dan penampilan siswa-siswi. Para peserta tampil percaya diri menunjukkan bakat yang telah diasah selama mengikuti kegiatan belajar di Bustanul Ulum.
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama. Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai acara yang menjadi momen bersejarah bagi YPI Bustanul Ulum karena untuk pertama kalinya menggelar Khotmil Qur'an sekaligus pelepasan siswa dan pentas seni dalam satu rangkaian kegiatan besar. (*)

Posting Komentar