Kenali 5 Desa di Kecamatan Sukorambi, Dari Pertanian hingga Wisata
Selain menjadi salah satu sentra penghasil sayur dan buah di Kabupaten Jember, setiap desa di Kecamatan Sukorambi memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda. Mulai dari sektor pertanian, pendidikan, UMKM, hingga wisata berbasis alam menjadi kekuatan yang dimiliki wilayah ini.
1. Desa Sukorambi
Desa Sukorambi merupakan pusat pemerintahan kecamatan sekaligus desa dengan aktivitas ekonomi yang cukup tinggi. Wilayah ini menjadi lokasi Kantor Kecamatan Sukorambi serta berbagai fasilitas pelayanan publik.
Di bidang pertanian, Desa Sukorambi dikenal sebagai salah satu sentra produksi sayuran yang memasok kebutuhan Pasar Tanjung Jember. Kondisi tanah vulkanik dari kawasan Gunung Argopuro membuat lahan pertanian di desa ini sangat subur dan cocok untuk budidaya berbagai komoditas hortikultura.
Desa ini juga menjadi rumah bagi Sukorambi Botanical Garden, destinasi wisata edukasi yang menawarkan koleksi tanaman, satwa, wahana permainan, area outbound, hingga kolam renang keluarga. Keberadaan objek wisata tersebut menjadikan Desa Sukorambi sebagai tujuan favorit wisatawan lokal.
2. Desa Dukuhmencek
Berada di bagian barat Kecamatan Sukorambi, Desa Dukuhmencek didominasi kawasan persawahan, tegalan, dan lahan pertanian. Desa ini memiliki tiga dusun, yaitu Krajan, Botosari, dan Ampo.
Mayoritas masyarakat menggantungkan hidup pada sektor pertanian, peternakan, serta usaha kecil menengah. Suasana pedesaan yang masih asri menjadikan Dukuhmencek memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan agrowisata maupun wisata edukasi berbasis pertanian.
3. Desa Jubung
Desa Jubung berada di jalur yang menghubungkan Kecamatan Sukorambi dengan pusat Kota Jember. Posisi yang strategis membuat desa ini berkembang sebagai kawasan permukiman sekaligus pusat aktivitas perdagangan dan jasa.
Selain sektor ekonomi yang terus tumbuh, Jubung juga memiliki potensi UMKM, usaha kuliner, serta perdagangan hasil pertanian dari desa-desa di sekitarnya. Letaknya yang mudah dijangkau menjadikan desa ini sebagai salah satu pintu masuk menuju kawasan Sukorambi.
4. Desa Karangpring
Karangpring dikenal memiliki wilayah yang didominasi area perbukitan, perkebunan, serta lahan pertanian. Lanskap alam yang masih hijau menjadikan desa ini memiliki potensi besar untuk pengembangan wisata alam, wisata edukasi, hingga kegiatan luar ruang.
Selain itu, masyarakat Karangpring juga banyak bergerak di sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi salah satu penopang ekonomi wilayah Kecamatan Sukorambi.
5. Desa Klungkung
Desa Klungkung merupakan desa yang berada di bagian barat daya Kecamatan Sukorambi. Wilayahnya didominasi kawasan pedesaan dengan aktivitas utama masyarakat di sektor pertanian dan perkebunan.
Lingkungan yang masih alami, udara sejuk, serta hamparan lahan hijau menjadi daya tarik tersendiri. Potensi tersebut membuka peluang pengembangan wisata berbasis alam, pertanian, maupun produk UMKM lokal yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
Potensi Besar Kecamatan Sukorambi
Dengan luas wilayah sekitar 48,85 kilometer persegi dan jumlah penduduk lebih dari 42 ribu jiwa, Kecamatan Sukorambi memiliki peran penting sebagai salah satu kawasan penyangga Kota Jember. Selain dikenal sebagai sentra penghasil sayur dan buah, wilayah ini juga memiliki potensi besar di sektor wisata, UMKM, pendidikan, serta ekonomi kreatif yang dapat terus dikembangkan.
Keberagaman potensi yang dimiliki lima desa tersebut menjadikan Kecamatan Sukorambi tidak hanya dikenal sebagai kawasan pertanian, tetapi juga sebagai wilayah yang menawarkan perpaduan antara alam, wisata, dan kehidupan masyarakat pedesaan yang masih terjaga. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, setiap desa memiliki peluang untuk terus berkembang sekaligus menjadi daya tarik bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Jember. (*)

Posting Komentar